Kamis, 26 September 2013

EKKLESIA RESENSI

Nama               : Rani.A.Simbolon
Semester          : IV (Empat)
Mata Kuliah    : Dogmatika 3
Dosen              : Pdt. M.P. Aritonang M.Th
Sumber Buku : The Moody HandBook Of Theologi, Oleh : Paul Enns

25
EKLESIOLOGI
DOKTRIN GEREJA
DEFENISI
            Kata Inggris untiuk Church berhubungan dengan kata Scottish kirk dan kirche dalam bahasa Jerman. Semua istilah ini berasal dari kata Yunani Kuriakon. Bentuk ajektif netral dari Kurios “LORD” berarti milik Tuhan. Kata Inggris Churchb juga merupakan terjemahan dari kata Yunani Ekklesia, yang berasal dari kata Ek, berarti “Keluar dari” dan “Kaleo” yang berarti memanggil. Jadi gereja adalah suatu kelompok yang dipanggil keluar. Dalam kitab Injil hanya muncul di matius16: 18 dan 18:17 (Dua kali).
            Namun demikian, kata ekklesia tidak mengindekasikan natur dari kelompok yang dipanggl keluar; kata itu dapat digunakan dalam suatu pengertian teknis dari gereja PB, atau kata itu dapat digunakan dalam sutau pengertian yang non-teknis dari manapun. Misalnya di kisah para rasul 7:38, kata itu menunjuk pada jemaat yang terdiri dari orang Israel sebagai Ekklesia (diterjemahkan JEMAAT).
ASPEK-ASPEK DARI GEREJA
Gereja Lokal : penggunaan yang palingumum dari kata gereja di PB ditujukan pada sekelompok orang percaya yang didentifikasi sebagai jemaat lokal. Ada di Yerusalem, di asia kecil , diroma dan lain-lain.
Gereja universal : gereja lokal melihat gereja sebagai orang percaya yang berkumpul di lokasi tertentu, sedangkan gereja universal dipandang sebagai “keduanya, pada zaman ini, dilahirkan dari Roh Allah dan oleh Roh yang sama telah dibabtis ke dalam Tubuh Kristus 1 kor 12:13, 1 pet 1:3, 22-25”. Gereja universal kadang-kadang disebut sebagai gereja yang tidak kelihatan dan gereja lokal sebagai gereja yang kelihatan(meskipun sebagian orang yang menyangkali kesetaraan ini).
FIFURE-FIGURE DARI GEREJA
Tubuh : suatu metafora yang mengambarkan kesatuan dan universalitas dari gereja adalah kata TUBUH. Sebagaimana kepala memiliki otoritas atas tubuh fisik dan memberikan arah kepadanya, demikian pula Kristus sebagai kepala gereja, memiliki otoritas atasnya dan memebrikan arahnya kepadanya Ef 1:22-23, kol 1:18.
Pengantin perempuan : gambaran dari gereja sebagai pengantin perempuan Kristus di Efesus 5:23, dimana suatu analogi diambil untuk membandingkan hubungan suami istri dalam pernikahan dengan Kristus dan pengantin perempuan-Nya yaitu gereja.
Bangunan : paulus menekankan bahawa Yahudi dan non-Yahudi sama-sama adalah satu dalam Kristus iarena Allah telah enghapuskan dinding yang memisahkan Yahudi dan non-Yahudi (ef 2:11-18). Dalam gambaran bangunan, Yesus Kristus adalah batu penjuru (Ef 2:20;lihat 1 Kor 3:11), yang dapat disebut sebagai dasar batu utama pada sudut struktur di mana arsitek menetapkan suatu standar untuuk tumpuan bagi seluruh dinding.
Keimanan : 1 pet 2:5, rasul mengkonbinasikan figur suatu bagunan dan seorang imam , menyatakan “kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus”.
Kawanan Domba : gambaran yang indah dan lembut yang menjelaskan tentang relasi orang percaya dengan Tuhan dapat ditemukan dalam Yohannes 10:16, dimana gereja ddisebut kawanan domba (kis 20:28; 1 pet 5:3). Israel memiliki relasi dengan Tuhan sebagai domba dengan gembala (maz 23) dan disebut kawanan domba tetapi di dalam Pl gambaran itu terbatas hanya pada Israel.
Ranting : di Yohanes 15 Yesus menjabarkan relasi yang dekat pada masa Gereja, di mana orang percaya menikmati persekutuan dengan Dia sebagai sutau ranting barhungan dengan pokoknya. Yesus adalah pokok anggur yang benar (yoh 15:1) sedangkan Bapa adalah petani yang merawat tanah itu supaya ranting-ranting itu penghasilan buah. Orang percaya di zaman Gereja adalah ranting-ranting yang hidupnya bergantung pada pokok anggur karena mereka ada “di dalam Dia”
PEMERINTAH GEREJA
            Gereja sebagai tubuh Kristus adalah organisme yang hidup, sama halnya dengan tubuh manusia dengan kepala yang memberikan pengarahan, demikian pula Kristus sebagai kepala Gereja memberikan pengarahan pada Gereja. Demikian pula ada organisasi yang menggola fungsi dari gereja. Secara historis ada 3 tipe pemerintahan dalam gereja yang muncul :
1.      Episkopel : nama Episkopel berasal dari kata Yunanai episkopos, yang berarti “penilik” / kata itu juga diterjemahkan “bhsop di KJV” dan menunjuk pada pemerintahan gereja di bawah otoritas bishop-bhisop.perbedaan denominasi dapat dilihat dari pemerintahan episkopel, bentuk yang paling sederhana adalah gereja Methodis. Stuktur yang lebih kompleks adalah gereja Episkopel = Anglikan.
2.      Presbiterian: nama presbiterian berasal dari kata Yuani prebuteros,yang berarti “penatua” dan mengandung adanya wibawa, kedewasaan dan usia dari pemimpin-pemimpin gereja. Presbiterian biasanya disebut Federal menunjuk pada pemerintahan gereja yang di kelola oleh penatua-penatua sebagaimana dalam gereja presbitarian dan Reform.
3.      Kongregasional : dalam pemerintahan gereja Konggregasional, otoritas bukan pada perwakilan secara individu tetapi pada seluruh jemaat. Dua hal yang ditekankan dalam pemerintahan gereja konggregasional : otonomi dan demikrasi. Gereja konggregasional adalah otonomi , artinya tidak ada otoritas di luatr gereja lokal yang memiliki otoritas atas gereja lokal.







BENTUK- BENTUK DARI PEMERINTAHAN GEREJA

Bentuk
Pengikut
Otoritas
Dasar

Episkopal
Roma katholik
Ortodoks
Episkopal
Lutheran
Methodis
Para Bhisop
Kis 6:6;14:23
Gal 1:19;2:9

Presbiterian
Presbitarian
Reform
Para penatua
Kis 20:17
1 tim 5:17
Tit 1:5


Konggregational

Konggregational
Babtis
Mennonite
Evangelikal Free

Jemaat
Kis 15:12,22-25
Kol 1:18
1 pet 2:9





26
ESKATOLOGI:
DOKTRIN
AKHIR ZAMAN

            Study tentang akhir zaman seringkali telah memisahkan orang percaya selamaa bertahun-tahun. Sistem interpretasi yang berbeda seperti Premilenialisme, postmilenialisme, dan amilenialisme telah berakibat pada wilayah lain dalam teologi selain eskatologi. Namun demikian , ada banyak kesamaan di antara orang percay dalam study tentang akhir zaman.
FAKTOR-FAKTOR YANG DISEPAKATI DALAM ESKATOLOGI
KEMATIAN
            Kematian adalah realitas setiap anggota umat manusia 1brni 9:27. Pada waktu Alkitab berbicara tentang kematian, hal itu menunjuk pada kematian secara fisik dan tubuh bukan jiwa. Tubuh boleh mati tetapi jiwa, prinsip hidup manusia, terus hidup (mat 10:28; Luk 12 :4-5). Jadi kematian disebut sebagai akhir dari kehidupan fisik melalui pemisahan jiwa dan tubuh( yak 2:26). Karena tubuh dibuat dari unsur-unsur debu, maka pada saat kematian tubuh kembali kepada debu (kej 3:19). Kematian fisik adalah akibat dari dosa. Melaui dosa Adam ditaman, kematian menyebar keseluruh umat manusia; tidak ada yang dikecualikan (rom 5:12) kematian adalah upah Dosa (rom 6:23;1 kor 15:56).
SURGA
            Kata surga di Pl shamayim berarti “tinggi, mulia” sedangkan kata Yunani ouranos di Pb hanya berarti” surga”, kemungkinan besar berasal dari akar kata yang berarti “menutupi” atau “mengarahkan”. Kata itu menyatakan “yang ada di atas”. Kata surga digunakan dalam tiga cara di Alkitab :
Surga atmospherik: surga dapat digunakan untuk menjelaskan troposfir, yaitu ruang yang melingkupi bumi dan meluas sampai ketinggian kira-kira enam mil.
Surga angkasa :surga juga digunakan untuk menjelaskan wilayah angkasa, wilayah matahari, bulan, bintang, dan planet.
Tempat tinggal Allah:surga ini merupakan suatu tempat spesifik di mana Allah Tinggal, sebagai salam dan modeldoa Yesus yang mengindikasikan hal ini (Bapa kami yang Di orga mat 6:9).
NERAKA
            Ada beberapa istilah dalam bahasa Ibrani dan Yunani yang digunakan untuk menjelaskan penghukuman kekal.
Sheol. Di PL kata Sheol muncul enam puluh lima kali dan diterjemahkaan dengan kata-kaata seperti “Kuburan”, jurang yang dalam dan sheol. Istilah kuburan (ibrani qeber) digunakan tujuh puluh satu kali untuk menjelaskaj kuburan, jurang yang dalam(ibrani Bor) dan biumi di bawah (ibrani erets tahtif) semua menekankan dimana tubuh akan pergi pada saat kematian .
Hades. Istilah PB yang digunakan untuk menjelaskan kehidupan setelah kematian adalah hades dan ekuivalen dengan istilah bibrani Sheol. Di septuaginta terjemahkan Yunani dari PL, kata sheol hampir selalu diterjeemahkan dengan Hades. Hades asalmulanya adalah kata ganti kepunyaan , nama dari allah dari dubia bawah yang memerintah atas orang mati.
Gehenna. Istilah ini muncul duabelas kali di PB, menunjukn pada penghukuman kekal yang diambil dari bahasa Ibrani Ge Hinnom, menunjuk pada lembah Hinnom yang meyusur dari selatan dan saamping timur dari Yerusalem.
Tartaro . istilah ini uncul hanya di 2 petrus 2:4. Tartarus adalah nama dari mitologi klasikal untuk dasar laut yang paling dalam di di subteranian, yang merupan kediaman allah-allah yang memberontak dan keberadaan yang lain seperti Titan yang sedang dihukum. Namun demikian , kata itu diambil alih oleh Yudaisme helenistik dan  digunakan dalam kitab henokh (henokh 20:2) dalam kaitan dengan malaikat-malaikat yang telah jatuh.
Abyiss(yunani abussos) artinya “tak berdasar” dan diterjemahkan sebagai “jurang yang dalam sekali” atau lubang yang dalam sekali adalah penjara untuk iblis (luk 8:31; wahyu 9:1,2,11).  Setan adalah raja atas iblis dalam abyiss (why 9:11)dan membebaskaan iblis di atas bumi selama tribulasi (why 9:1).
Istilah lain. Istilah lain seperti “api yang tak pernah padam”(mat 3:12; mrk 9:43,48) “dapur perapian “mat 13:42,50” kegelapan yang sangat gelap , api kekal, lautan apai dan batu bara dan lain-lain.

AMILENIALISME
            Kata a- dalam amilenialism menegatifkan istilah itu.  Jadi, amilenialisme berarti tidak akan ada milenium di masa mendatang yang bersifat harfiah. Amilenisme tidak menyangkal kembalinya Kristus  secara harfiah, tetapi mereka menoloak pemerintahan Kristus selama seribu tahun di dunia ini secara harfiah.  Menurut amilenialisme, kerajaan Allah hadir dalam zaman gereja, dan pada konsumsi dari masa sekarang , status kekal akan dimulai tanpa intervensi milenium apapun. Amilenialis mengerti kedatangan Kristus yang ke dua kali sebagi peristiwa yang terjadi satu kali. Kristus akan datang pada saat “hari konsumasi”, hari kiamat ;namun tidak ada seorang pun yang tahu waktu kedatang-Nya. Cara dari kedatangan-Nya akan pribadi, fisikal, dan terlihat oleh mata (Kis 1:11). Hal itu tidak boleh disejajarkan dengan kedatangan Roh Kudus pada har pentakosta. Amilenialisme mengajarkan bahwa juan dari kembalinya Kristus adalah untuk memperkenalkan masa yang akan datang, keaadaan pada maasa kekekalan. Hal ini akan terjadi pada waktu kebangkitan orang-orang mati dan penghakiman terakhir.
POSMILENIALISME
            Pandangan postmilenial secar khusus populer pada abad ke sembilanlanbelas dan merupakan pandangan yang dipegang oleh teolog-teolog utama di akhir pada abad ke sembilan belas dan di awal ke-10, diantara mereka adalah Charles Hodge, William.G.T Sheds,B.B dan loain-lain.
            Postmileniasme dapat dijabarkan sebagai pandangan dari hal-hal akhir yang berpegang bahwa kerajaan Allah sekarang sedang diperluas di dunia melalui pembertiaan Injil dan pekerjaan penyelamatan dari Roh Kudus dalam hati Individu-individu . dan dunia pada akhirnya akan menjadi Kristen , dan bahwa kembalinya Kristus akan menjadi mendekati suatu periode kebenaran dan kedamaian yang panjang yang biasanya disebut Milenium. Istilah postmilenialisme berarti bahwa akan kembali setelah Milenium, zaman sekarang kan berkembang secar moral dan spritual samapi muncul pada zaman milenial dengan embalinya Kristus ke bumi pada akhir milenium.
            Milenium . postmilenium mengadopsi pandangan optimistik dalam kaitan dengan zaman sekarang, mengharapkan masa emas dari perkembangan zaman gereja yang berdampak pada setiap dimensi kehidupan: ekonomi, sosial, kultural, dan politik.
PREMILENIALISME “HISTORIK”
            Istilah premilenialisme berarti bahwa Kristus akan kembali sebelum milenium untuk mendirikan pemerintahan di dunia-Nya selama seribu tahun. Namun demikain ada dua bentuk yang berbeda dari premilenialisme. Salah satunya yang dikenal sebagai historik atau disebut dengan premilenialisme non-dispensasional dan premilenialisme dispensasional. Sistem hermeneutikal dari premilenialisme historik dibedakan dari premilenialisme dispensasioanal. Dalam premilenialisme historik, pemisahan antara Israel dan gereja tidak dipertahankan dan menuntut metode penafsiran harfiah secar konsisten.argumentasi bahwa gereja kan berada di atas bumi selama berada di atas bumi selama Tribulasi dapat diringkaskan sebagai berikut :
*      Psttribulasionisme adalah pandangan historik yang dipegang oleh gereja mula-mula; pretribulasionisme adalah yang sekarang ini
*      Meskipun selama masa Tribulasi gereja ada di bumi, gereja kan mengalami penderitaan dan penganiayaan tetapi bukan murka Allah; hal itu di simpan untuk orang yang tidak percaya
*      Tidak ada keterpisahan kebangkitan dari orang-orang kudus masa gereja dan orang percaya di PL; semua dibangkitkan pada waktu yang sama.
*      Pengharapan penulis PB bukan merupakan pengangkatan yang rahasia , teta[i kedatangan Kristus yang kedua kali.
Sedangkan  Premilenialisme dispensasional dapat diidentifikaskan melaului dua gambaran yaitu :
v  Suatu perbedaan dibuat antar program Allah untk Israel dan program-Nya untuk gereja.
v  Interpretasi harfiah secara konsisten dari kitab suci dipertahankan.
Premilienisme dispensasional percaya bahwa gereja akan diangkat (1 tes 4:13-18) sebelum periode Tribulasi; Allah akan menghakimi orang non-Yahudi yang tidak percaya daan oraang Israel yang tidak taat selama Tribulasi.
            Pembaca akhir kata berterimakasih kepada Pdt. M.P. Aritonang yang menberikan kesempatan untuk membaca buku ini karena sangat membantu dalam pemahaman Eskatologi dan Doktrin-Dotrin yang lain baik itu Ekklesiologi. Dan sangat menolong para pemula untuk menghargai dan mengerti study dari bidang study esensial.

SELAMAT MEMBACA
TUHAN MEMBERKATI