Nama : Rani.A.Simbolon
Semester : IV (Empat)
Mata Kuliah : Dogmatika 3
Dosen : Pdt. M.P. Aritonang M.Th
Sumber Buku : The Moody HandBook Of Theologi, Oleh : Paul
Enns
25
EKLESIOLOGI
DOKTRIN GEREJA
DEFENISI
Kata Inggris untiuk Church
berhubungan dengan kata Scottish kirk dan kirche dalam bahasa Jerman. Semua
istilah ini berasal dari kata Yunani Kuriakon. Bentuk ajektif netral dari
Kurios “LORD” berarti milik Tuhan. Kata Inggris Churchb juga merupakan terjemahan
dari kata Yunani Ekklesia, yang berasal dari kata Ek, berarti “Keluar dari” dan
“Kaleo” yang berarti memanggil. Jadi gereja adalah suatu kelompok yang
dipanggil keluar. Dalam kitab Injil hanya muncul di matius16: 18 dan 18:17 (Dua
kali).
Namun demikian, kata ekklesia tidak
mengindekasikan natur dari kelompok yang dipanggl keluar; kata itu dapat
digunakan dalam suatu pengertian teknis dari gereja PB, atau kata itu dapat
digunakan dalam sutau pengertian yang non-teknis dari manapun. Misalnya di
kisah para rasul 7:38, kata itu menunjuk pada jemaat yang terdiri dari orang
Israel sebagai Ekklesia (diterjemahkan JEMAAT).
ASPEK-ASPEK
DARI GEREJA
Gereja Lokal : penggunaan
yang palingumum dari kata gereja di PB ditujukan pada sekelompok orang percaya
yang didentifikasi sebagai jemaat lokal. Ada di Yerusalem, di asia kecil ,
diroma dan lain-lain.
Gereja universal :
gereja lokal melihat gereja sebagai orang percaya yang berkumpul di lokasi
tertentu, sedangkan gereja universal dipandang sebagai “keduanya, pada zaman
ini, dilahirkan dari Roh Allah dan oleh Roh yang sama telah dibabtis ke dalam
Tubuh Kristus 1 kor 12:13, 1 pet 1:3, 22-25”. Gereja universal kadang-kadang
disebut sebagai gereja yang tidak kelihatan dan gereja lokal sebagai gereja
yang kelihatan(meskipun sebagian orang yang menyangkali kesetaraan ini).
FIFURE-FIGURE
DARI GEREJA
Tubuh : suatu
metafora yang mengambarkan kesatuan dan universalitas dari gereja adalah kata
TUBUH. Sebagaimana kepala memiliki otoritas atas tubuh fisik dan memberikan
arah kepadanya, demikian pula Kristus sebagai kepala gereja, memiliki otoritas
atasnya dan memebrikan arahnya kepadanya Ef 1:22-23, kol 1:18.
Pengantin perempuan :
gambaran dari gereja sebagai pengantin perempuan Kristus di Efesus 5:23, dimana
suatu analogi diambil untuk membandingkan hubungan suami istri dalam pernikahan
dengan Kristus dan pengantin perempuan-Nya yaitu gereja.
Bangunan :
paulus menekankan bahawa Yahudi dan non-Yahudi sama-sama adalah satu dalam
Kristus iarena Allah telah enghapuskan dinding yang memisahkan Yahudi dan
non-Yahudi (ef 2:11-18). Dalam gambaran bangunan, Yesus Kristus adalah batu
penjuru (Ef 2:20;lihat 1 Kor 3:11), yang dapat disebut sebagai dasar batu utama
pada sudut struktur di mana arsitek menetapkan suatu standar untuuk tumpuan bagi
seluruh dinding.
Keimanan :
1 pet 2:5, rasul mengkonbinasikan figur suatu bagunan dan seorang imam ,
menyatakan “kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu
rumah rohani, bagi suatu imamat kudus”.
Kawanan Domba :
gambaran yang indah dan lembut yang menjelaskan tentang relasi orang percaya
dengan Tuhan dapat ditemukan dalam Yohannes 10:16, dimana gereja ddisebut
kawanan domba (kis 20:28; 1 pet 5:3). Israel memiliki relasi dengan Tuhan
sebagai domba dengan gembala (maz 23) dan disebut kawanan domba tetapi di dalam
Pl gambaran itu terbatas hanya pada Israel.
Ranting :
di Yohanes 15 Yesus menjabarkan relasi yang dekat pada masa Gereja, di mana
orang percaya menikmati persekutuan dengan Dia sebagai sutau ranting barhungan
dengan pokoknya. Yesus adalah pokok anggur yang benar (yoh 15:1) sedangkan Bapa
adalah petani yang merawat tanah itu supaya ranting-ranting itu penghasilan
buah. Orang percaya di zaman Gereja adalah ranting-ranting yang hidupnya
bergantung pada pokok anggur karena mereka ada “di dalam Dia”
PEMERINTAH
GEREJA
Gereja sebagai tubuh Kristus adalah
organisme yang hidup, sama halnya dengan tubuh manusia dengan kepala yang
memberikan pengarahan, demikian pula Kristus sebagai kepala Gereja memberikan
pengarahan pada Gereja. Demikian pula ada organisasi yang menggola fungsi dari
gereja. Secara historis ada 3 tipe pemerintahan dalam gereja yang muncul :
1. Episkopel
: nama Episkopel berasal dari kata Yunanai episkopos, yang berarti “penilik” /
kata itu juga diterjemahkan “bhsop di KJV” dan menunjuk pada pemerintahan
gereja di bawah otoritas bishop-bhisop.perbedaan denominasi dapat dilihat dari
pemerintahan episkopel, bentuk yang paling sederhana adalah gereja Methodis.
Stuktur yang lebih kompleks adalah gereja Episkopel = Anglikan.
2. Presbiterian:
nama presbiterian berasal dari kata Yuani prebuteros,yang
berarti “penatua” dan mengandung adanya wibawa, kedewasaan dan usia dari
pemimpin-pemimpin gereja. Presbiterian biasanya disebut Federal menunjuk pada
pemerintahan gereja yang di kelola oleh penatua-penatua sebagaimana dalam
gereja presbitarian dan Reform.
3. Kongregasional
: dalam pemerintahan gereja Konggregasional, otoritas bukan pada perwakilan
secara individu tetapi pada seluruh jemaat. Dua hal yang ditekankan dalam
pemerintahan gereja konggregasional : otonomi dan demikrasi. Gereja
konggregasional adalah otonomi , artinya tidak ada otoritas di luatr gereja
lokal yang memiliki otoritas atas gereja lokal.
BENTUK- BENTUK DARI PEMERINTAHAN
GEREJA
|
Bentuk
|
Pengikut
|
Otoritas
|
Dasar
|
|
Episkopal
|
Roma
katholik
Ortodoks
Episkopal
Lutheran
Methodis
|
Para
Bhisop
|
Kis
6:6;14:23
Gal
1:19;2:9
|
|
Presbiterian
|
Presbitarian
Reform
|
Para
penatua
|
Kis
20:17
1
tim 5:17
Tit
1:5
|
|
Konggregational
|
Konggregational
Babtis
Mennonite
Evangelikal
Free
|
Jemaat
|
Kis
15:12,22-25
Kol
1:18
1
pet 2:9
|
|
|
|
|
|
26
ESKATOLOGI:
DOKTRIN
AKHIR
ZAMAN
Study
tentang akhir zaman seringkali telah memisahkan orang percaya selamaa bertahun-tahun.
Sistem interpretasi yang berbeda seperti Premilenialisme, postmilenialisme, dan
amilenialisme telah berakibat pada wilayah lain dalam teologi selain
eskatologi. Namun demikian , ada banyak kesamaan di antara orang percay dalam
study tentang akhir zaman.
FAKTOR-FAKTOR
YANG DISEPAKATI DALAM ESKATOLOGI
KEMATIAN
Kematian
adalah realitas setiap anggota umat manusia 1brni 9:27. Pada waktu Alkitab
berbicara tentang kematian, hal itu menunjuk pada kematian secara fisik dan
tubuh bukan jiwa. Tubuh boleh mati tetapi jiwa, prinsip hidup manusia, terus
hidup (mat 10:28; Luk 12 :4-5). Jadi kematian disebut sebagai akhir dari
kehidupan fisik melalui pemisahan jiwa dan tubuh( yak 2:26). Karena tubuh
dibuat dari unsur-unsur debu, maka pada saat kematian tubuh kembali kepada debu
(kej 3:19). Kematian fisik adalah akibat dari dosa. Melaui dosa Adam ditaman,
kematian menyebar keseluruh umat manusia; tidak ada yang dikecualikan (rom
5:12) kematian adalah upah Dosa (rom 6:23;1 kor 15:56).
SURGA
Kata
surga di Pl shamayim berarti “tinggi,
mulia” sedangkan kata Yunani ouranos di
Pb hanya berarti” surga”, kemungkinan besar berasal dari akar kata yang berarti
“menutupi” atau “mengarahkan”. Kata itu menyatakan “yang ada di atas”. Kata
surga digunakan dalam tiga cara di Alkitab :
Surga atmospherik:
surga dapat digunakan untuk menjelaskan troposfir, yaitu ruang yang melingkupi
bumi dan meluas sampai ketinggian kira-kira enam mil.
Surga angkasa :surga
juga digunakan untuk menjelaskan wilayah angkasa, wilayah matahari, bulan,
bintang, dan planet.
Tempat tinggal Allah:surga
ini merupakan suatu tempat spesifik di mana Allah Tinggal, sebagai salam dan
modeldoa Yesus yang mengindikasikan hal ini (Bapa kami yang Di orga mat 6:9).
NERAKA
Ada beberapa istilah dalam bahasa
Ibrani dan Yunani yang digunakan untuk menjelaskan penghukuman kekal.
Sheol. Di
PL kata Sheol muncul enam puluh lima kali dan diterjemahkaan dengan kata-kaata
seperti “Kuburan”, jurang yang dalam dan sheol. Istilah kuburan (ibrani qeber)
digunakan tujuh puluh satu kali untuk menjelaskaj kuburan, jurang yang
dalam(ibrani Bor) dan biumi di bawah (ibrani erets tahtif) semua menekankan
dimana tubuh akan pergi pada saat kematian .
Hades. Istilah
PB yang digunakan untuk menjelaskan kehidupan setelah kematian adalah hades dan
ekuivalen dengan istilah bibrani Sheol. Di septuaginta terjemahkan Yunani dari
PL, kata sheol hampir selalu diterjeemahkan dengan Hades. Hades asalmulanya
adalah kata ganti kepunyaan , nama dari allah dari dubia bawah yang memerintah
atas orang mati.
Gehenna. Istilah
ini muncul duabelas kali di PB, menunjukn pada penghukuman kekal yang diambil
dari bahasa Ibrani Ge Hinnom, menunjuk pada lembah Hinnom yang meyusur dari
selatan dan saamping timur dari Yerusalem.
Tartaro . istilah
ini uncul hanya di 2 petrus 2:4. Tartarus adalah nama dari mitologi klasikal
untuk dasar laut yang paling dalam di di subteranian, yang merupan kediaman
allah-allah yang memberontak dan keberadaan yang lain seperti Titan yang sedang
dihukum. Namun demikian , kata itu diambil alih oleh Yudaisme helenistik dan digunakan dalam kitab henokh (henokh 20:2)
dalam kaitan dengan malaikat-malaikat yang telah jatuh.
Abyiss(yunani abussos)
artinya “tak berdasar” dan diterjemahkan sebagai “jurang yang dalam sekali”
atau lubang yang dalam sekali adalah penjara untuk iblis (luk 8:31; wahyu
9:1,2,11). Setan adalah raja atas iblis
dalam abyiss (why 9:11)dan membebaskaan iblis di atas bumi selama tribulasi
(why 9:1).
Istilah lain. Istilah
lain seperti “api yang tak pernah padam”(mat 3:12; mrk 9:43,48) “dapur perapian
“mat 13:42,50” kegelapan yang sangat gelap , api kekal, lautan apai dan batu
bara dan lain-lain.
AMILENIALISME
Kata a- dalam amilenialism
menegatifkan istilah itu. Jadi,
amilenialisme berarti tidak akan ada milenium di masa mendatang yang bersifat
harfiah. Amilenisme tidak menyangkal kembalinya Kristus secara harfiah, tetapi mereka menoloak
pemerintahan Kristus selama seribu tahun di dunia ini secara harfiah. Menurut amilenialisme, kerajaan Allah hadir
dalam zaman gereja, dan pada konsumsi dari masa sekarang , status kekal akan
dimulai tanpa intervensi milenium apapun. Amilenialis mengerti kedatangan
Kristus yang ke dua kali sebagi peristiwa yang terjadi satu kali. Kristus akan
datang pada saat “hari konsumasi”, hari kiamat ;namun tidak ada seorang pun
yang tahu waktu kedatang-Nya. Cara dari kedatangan-Nya akan pribadi, fisikal,
dan terlihat oleh mata (Kis 1:11). Hal itu tidak boleh disejajarkan dengan
kedatangan Roh Kudus pada har pentakosta. Amilenialisme mengajarkan bahwa juan
dari kembalinya Kristus adalah untuk memperkenalkan masa yang akan datang,
keaadaan pada maasa kekekalan. Hal ini akan terjadi pada waktu kebangkitan
orang-orang mati dan penghakiman terakhir.
POSMILENIALISME
Pandangan postmilenial secar khusus
populer pada abad ke sembilanlanbelas dan merupakan pandangan yang dipegang
oleh teolog-teolog utama di akhir pada abad ke sembilan belas dan di awal
ke-10, diantara mereka adalah Charles Hodge, William.G.T Sheds,B.B dan
loain-lain.
Postmileniasme dapat dijabarkan
sebagai pandangan dari hal-hal akhir yang berpegang bahwa kerajaan Allah
sekarang sedang diperluas di dunia melalui pembertiaan Injil dan pekerjaan
penyelamatan dari Roh Kudus dalam hati Individu-individu . dan dunia pada
akhirnya akan menjadi Kristen , dan bahwa kembalinya Kristus akan menjadi
mendekati suatu periode kebenaran dan kedamaian yang panjang yang biasanya
disebut Milenium. Istilah postmilenialisme berarti bahwa akan kembali setelah
Milenium, zaman sekarang kan berkembang secar moral dan spritual samapi muncul
pada zaman milenial dengan embalinya Kristus ke bumi pada akhir milenium.
Milenium . postmilenium mengadopsi
pandangan optimistik dalam kaitan dengan zaman sekarang, mengharapkan masa emas
dari perkembangan zaman gereja yang berdampak pada setiap dimensi kehidupan:
ekonomi, sosial, kultural, dan politik.
PREMILENIALISME
“HISTORIK”
Istilah premilenialisme berarti
bahwa Kristus akan kembali sebelum milenium untuk mendirikan pemerintahan di
dunia-Nya selama seribu tahun. Namun demikain ada dua bentuk yang berbeda dari
premilenialisme. Salah satunya yang dikenal sebagai historik atau disebut dengan premilenialisme non-dispensasional dan premilenialisme dispensasional. Sistem
hermeneutikal dari premilenialisme historik dibedakan dari premilenialisme
dispensasioanal. Dalam premilenialisme historik, pemisahan antara Israel dan
gereja tidak dipertahankan dan menuntut metode penafsiran harfiah secar
konsisten.argumentasi bahwa gereja kan berada di atas bumi selama berada di
atas bumi selama Tribulasi dapat diringkaskan sebagai berikut :
Sedangkan
Premilenialisme dispensasional dapat
diidentifikaskan melaului dua gambaran yaitu :
v Suatu
perbedaan dibuat antar program Allah untk Israel dan program-Nya untuk gereja.
v Interpretasi
harfiah secara konsisten dari kitab suci dipertahankan.
Premilienisme
dispensasional percaya bahwa gereja akan diangkat (1 tes 4:13-18) sebelum
periode Tribulasi; Allah akan menghakimi orang non-Yahudi yang tidak percaya
daan oraang Israel yang tidak taat selama Tribulasi.
Pembaca akhir kata berterimakasih
kepada Pdt. M.P. Aritonang yang menberikan kesempatan untuk membaca buku ini
karena sangat membantu dalam pemahaman Eskatologi dan Doktrin-Dotrin yang lain
baik itu Ekklesiologi. Dan sangat menolong para pemula untuk menghargai dan
mengerti study dari bidang study esensial.
SELAMAT
MEMBACA
TUHAN
MEMBERKATI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar